BIG PROMO - SPESIAL DISKON 50%. WAKTU TERBATAS. KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN KUPONNYA >>



Semua Menjadi E Learning Pada Akhirnya

Posted by Super Marketer on

Semua menjadi E Learning pada akhirnya, sistim pembelajaran E learning atau online saat ini menjadi trend baru pembelajaran di era digital. Seiring dengan berkembangnya dunia digital yang telah merambah segala lini yang memasuki teknologi Era ke 4.0, tak terkecuali dalam sistim belajar dan mengajar mengubah cara belajar yang dilakukan selama ini. Sesuatu yang tadinya tidak terbayangkan kini telah banyak terjadi dan penuh terobosan sehingga pembelajaran tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Bagi siapapun yang masih punya semangat belajar  tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukannya, ada bebrapa pilihan yang bisa dilakukan, selain proses pembelajaran konvensional kini belajar apapun dapat dilakukan secara online, sistim inipun menawarkan predikat atau gelar akademik yang kita kenal dan berlaku pada sistim pembelajaran konvensional. Hal ini telah mendapat legalitas dari institusi pemerintah yang berwenang memberikan gelar akademik, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran gelar yang diperoleh tidak diakui.

Pembelajaran secara online untuk institusi pendidikan formal, kini sudah mulai diadopsi oleh beberapa perguruan tinggi, kalau selama ini sistim ini menjadi sebuah model pembelajaran oleh “Universitas Terbuka” yang nota bene institusi milik pemerintah. Sekarang Perguruan tinggi swasta mulai menyelenggarakan kuliah online. Belum lagi lembaga pendidikan non formal, pelatihan dan penyelenggara kursus telah banyak beralih dengan melakukan pembelajaran online /E learning.

Belajar dengan sistim E learning merupakan kebutuhan manusia abad ini, hal ini dilakukan karena disadari bahwa hambatan yang dialami oleh para siswa dan mahasiswa yang terhalang karena jarak dan waktu melakukan tatap muka  dalam penyampaian materi pembelajaran, kini bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun tanpa perlu terhalang oleh jarak dan waktu.  

Untuk mengetahui model pembelajaran E learning, ada beberapa proses belajar atau kuliah online/eLearning yang dapat kita bedakan antara lain:

1. Pembelajaran Campuran (Hybrid Learning). Proses pembelajaran dibagi atas 75% secara online dan 25% secara tatap muka di kelas, yang terdiri dari pertemuan pertama, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).Pertemuan Pertama bertujuan untuk mempertemukan siswa dengan dosen dan siswa lainnya, sehingga komunikasi dan kerja sama selama masa kuliah dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
2. Pembelajaran Terekam (Asynchronous Learning). Dalam konsep ini, kuliah yang diberikan oleh dosen direkam dalam multimedia dokumen seperti presentasi dan video, sehingga dapat diakses secara fleksibel sesuai jadwal masing-masing.
3. Pembelajaran Langsung (Synchronous Learning). Dalam konsep ini, dosen melakukan pengajaran secara online dan real-time yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah secara langsung antara dosen dengan siswanya.
4. Pembelajaran Kolaborasi (Collaborative Learning). Sejak awal masa kuliah, para siswa akan dibagi ke dalam berbagai kelompok dan diharuskan untuk berdiskusi secara teratur serta mengerjakan berbagai macam tugas bersama-sama. Siswa juga akan diberikan insentif untuk memberikan kontribusi positif dan membantu rekannya dalam belajar.
5. Pembelajaran Mandiri (Self-paced Learning). Siswa, dilengkapi dengan LMS yang akan mendukung pembelajaran mereka, dituntut untuk menentukan kecepatan dan jadwal belajar sesuai dengan jadwal mereka masing-masing. Setiap siswa diharapkan memiliki disiplin belajar dan bertanggung jawab atas keberhasilannya menyelesaikan kuliah dengan hasil yang mencukupi.
6. Pembelajaran Personal (Personalized Learning). Proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa dengan menggunakan teknologi informasi. Beberapa contohnya adalah waktu dan lokasi belajar yang fleksibel, materi kuliah yang dapat diputar berulang kali, kecepatan berbicara yang dapat disesuaikan, serta analisa hasil belajar dan rekomendasi topik yang harus dipelajari ulang.

Dengan melakukan pembelajaran online ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh oleh mahasiswa, keuntungan pembelajaran online semacam ini antara lain:

1. Kuliah online/ eLearning memungkinkan mahasiswa untuk mengakses materi perkuliahan di mana saja dan kapan saja tanpa terikat jadwal seperti kuliah tatap muka. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang berencana untuk melanjutkan pendidikannya sambil bekerja karena jadwal kuliah mereka dapat disesuaikan dengan jadwal kerjanya.
2. Pembelajaran Personal. Mahasiswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mereka yang kurang paham dapat mengulangi berulang kali materi yang diberikan sampai mereka benar-benar mengerti. Hal ini tidak dapat dilakukan di kuliah tatap muka karena terbentur dengan waktu belajar. Beberapa fitur lain dari pembelajaran personal adalah waktu belajar yang dapat disesuaikan, kecepatan berbicara dosen yang dapat diatur (diperlambat atau dipercepat), jumlah pertanyaan latihan atau kuis dan materi-materi tambahan yang dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.
3. Daya Serap yang Lebih Baik. Waktu kuliah yang fleksibel memungkinkan siswa untuk dapat belajar pada saat mereka benar-benar siap dan dalam kondisi yang fit, yang pada akhirnya akan menghasilkan daya serap dan prestasi belajar yang lebih baik.
4. Akses ke Pengajar Berkualitas. Dosen-dosen terbaik dan terkemuka, baik dari latar belakang akademis maupun industri, kini dapat mengajar secara online berdasarkan jadwal yang disesuaikan dengan kesibukan mereka. Hal ini juga bermanfaat bagi siswa, terutama yang berdomisili di luar kota besar, untuk mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas dan diajar oleh tenaga pengajar berkualitas.
5. Kualitas Pembelajaran yang Konsisten. Dalam kuliah tatap muka, suatu mata kuliah dapat diajarkan oleh dua atau lebih dosen yang berbeda dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda pula. Hal ini dapat menyebabkan kualitas pembelajaran yang berbeda untuk mata kuliah yang sama. Pada kuliah online/ eLearning, proses belajar dan materi kuliah digital dibuat oleh dosen terbaik dan terpilih mengikuti standar kualitas yang diakui di seluruh dunia. Dengan demikian, setiap mahasiswa akan mendapatkan kualitas pembelajaran yang konsisten karena menggunakan materi kuliah yang diberikan berdasarkan proses pembelajaran yang sama.
6. Hasil Belajar yang Terukur. Perkuliahan online/ eLearning didukung oleh berbagai macam teknologi informasi, salah satunya adalah Learning Management System (LMS) yang digunakan untuk berkomunikasi dengan teman sekelas dan dosen. Semua proses pembelajaran yang terjadi pada LMS tercatat dan data yang terkumpul akan dianalisa dan dilaporkan kepada dosen dan mahasiswa yang bersangkutan untuk menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang memuaskan. Sebagai contoh, LMS dapat merekomendasikan topik-topik yang harus dipelajari ulang oleh mahasiswa agar ia dapat benar-benar menguasai mata kuliah yang diajarkan.
7. Hemat Waktu serta Biaya. Kuliah online/ eLearning tidak mengharuskan mahasiswa menghabiskan waktu di perjalanan dan macet untuk pergi ke kampus/kelas. Bahkan, mahasiswa yang tinggal di luar kota tidak perlu pindah serta mengeluarkan biaya tambahan untuk tempat tinggal dan biaya hidup lainnya.
8. Mengurangi Carbon Footprint. Dengan dukungan teknologi, berbagai aktivitas perkuliahan dilakukan tanpa perlu membuang-buang kertas, misalnya pendaftaran online, perkuliahan online dan ujian menggunakan perangkat digital. Selain itu, dengan tidak adanya mobilitas ke kampus tentu saja akan mengurangi konsumsi bahan bakar yang pada akhirnya mengurangi polusi dan turut membantu menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Dalam pelaksanaannya, perkuliahan metode online menerapkan berbagai macam teknologi dan metode pengajaran untuk memastikan pengalaman dan kualitas hasil pembelajaran yang menyamai atau bahkan melebihi, kuliah konvensional (tatap muka). Teknologi atau metode pengajaran baru tersebut adalah sebagai berikut:

A. Komputasi di Awan (Cloud Computing). Fasilitas dan infrastruktur teknologi informasi yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh beberapa universitas. Dengan begitu, biaya dapat ditanggung bersama untuk mengurangi biaya pendidikan.
B. Analisa Hasil Belajar (Learning Analytics). Penggunaan teknologi informasi untuk memonitor proses dan hasil belajar setiap individu. Siswa dapat mengulang bagian yang belum mereka mengerti hingga paham sepenuhnya. Pendidik dapat mengetahui keefektifan proses dan materi pengajaran untuk meningkatkan kualitas hasil belajar.
C. Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-based Learning). Metode pengajaran yang menerapkan beragam bentuk "permainan" untuk meningkatkan interaksi, retensi, dan motivasi peserta didik untuk terus belajar dengan giat. Salah satu bentuknya adalah kompetisi untuk mendapatkan poin dari tugas dan kuis serta memberikan penghargaan untuk siswa dengan poin terbanyak.
D. Pembelajaran Personal (Personalized Learning Environments). Tidak semua peserta didik memiliki kemampuan daya tangkap yang sama. Dengan metode kuliah online, jadwal, proses dan kecepatan mengajar dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
E. Konten Terbuka (Open Content). Materi belajar yang dapat digunakan bersama-sama dalam proses pembelajaran oleh beberapa pendidik. Diharapkan, dalam jangan panjang, kualitas materi belajar dapat disetarakan dan mengurangi biaya.
F. Pembelajaran Mobile (Mobile Learning). Peserta didik dapat mengikuti kuliah mereka di mana saja dan kapan saja, selama mereka memiliki koneksi Internet. Beberapa materi kuliah bahkan dapat diakses walaupun tidak ada koneksi internet.

Sistim belajar Online Kini menjadi salah satu pilihan model belajar, baik dari kalangan pelajar maupun mahasiswa, paling tidak ada beberapa keunggulan belajar online dengan belajar konvensional antara lain:

1. Bisa di mana dan kapan aja berbeda dengan yang konvensional yang harus datang ke kelas dan terikat jadwal.
2. Cuma perlu gadget dan akses internet yang biasa perlu alat tulis, buku paket, dan lain-lain.
3. Bisa menyesuaikan gaya belajar tidak hanya bisa duduk dan menyimak paparan guru atau dosen.
4. Pelajaran atau mata kuliah bisa diulang sampai paham penyampaian hanya terbatas ruang dan waktu.
5. Biaya yang dikeluarkan lebih hemat dibanding biaya yang dikeluarkan dengan cara kovensional.

Setelah kita mengenal sistim pembelajaran online, tidak ada alasan lagi bagi siapapun terhalang dalam meningkatkan kualitas ilmu dan pengetahuan, sehingga kualitas diripun akan semakin meningkat. Asal ada kemauan belajar apapun kini dapat kita lakukan dengan bantuan teknologi yang ada di hadapan kita. Jadi tidak hanya belanja saja yang bisa dilakukan secara online. Belajar maupun belanja kini keduanya dapat dilakukan secara online.