BIG PROMO - SPESIAL DISKON 50%. WAKTU TERBATAS. KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN KUPONNYA >>



Revolusi di Hari Guru Nasional Era Industri 4.0

Posted by Super Marketer on

Organisasi guru di Indonesia telah memasuki usia tahun ke 73. Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta menyepakati dibentuknya wadah organisasi para guru Indonesia “PGRI” (Persatuan Guru Republik Indonesia), usia yang dijalani saat ini dikatagorikan usia matang dalam proses perjalanan kehidupan manusia. Berbagai dinamika dan peristiwa telah mengiringi perjalanan guru dari zaman ke zaman juga menjadi saksi sejarah perubahan yang terjadi. Guru dan organisasi guru melalui perannya telah melahirkan orang-orang yang berhasil melewati titian zaman juga memberikan warna tersendiri bagi lingkungan masyarakatnya.

Peran guru yang kita kenal tidak hanya ketika organisasi guru  terbentuk, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia dikumandangkan torehan sejarah yang tercatat maupun tidak tercatat oleh para pejuang kemerdekaan  telah diukir dengan baik sejak sebelum kemerdekaan, mulai dari HOS Cokroamonoto, Ki Hajar Dewantara, H Agus salim, Sukarno-Hatta serta banyak pejuang lain, mereka dibentuk karakter perjuangannya dalam melawan penjajahan oleh sentuhan –sentuhan guru yang membimbingnya, akhirnya merekapun membentuk dan melahirkan para pejuang –pejuang baru buah dari pemikiran dan gagasan-gagasan untuk kemajuan masyarakatnya hingga Indonesia merdeka. Meletakan pondasi kehidupan bernegara menjadi seperti saat ini, yang terbesar buah dari pemikiran founding father tersebut adalah: “Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”.

Era yang kita alami saat ini siapapun dituntut untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi segala tantangannya, selain tantangan, era inipun memberikan peluang bagi siapapun untuk mendapatkan manfaat terbesar dengan perkembangan teknologi yang telah memasuki revolusi Industri era 4.0 dan Big data. Siapapun yang mampu beradaptasi dengan situasi saat ini serta mengambil manfaat terbaik yang terus berubah cepat setiap saat, niscaya akan memperoleh kemajuan dalam bidang apapun termasuk dalam pendidikan dan pengajaran atau yang kita kenal bidang pembelajaran.

Revolusi Industri adalah perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Sebagaimana kita ketahui bersama revolusi Industri I (pertama) ditandai dengan masih dipergunakannya teknik kuno dan tenaga manusia dan binatang, beralih dengan cara baru dengan ditemukannya “mesin uap” untuk menggerakkan mesin yang berbahan bakar kayu atau batu bara. Revolusi tahap pertama ini terjadi di Inggris pada abad ke-18.

Kemudian revolusi Industri II (kedua) ditandai dengan penggunaan teknik baru dengan ditemukannya teknologi arus listrik sehingga mampu mengerakan mesin-mesin industri menggantikan  teknologi baru berupa mesin bermotor yang berbahan bakar listrik atau bensin. Perkembangan selanjutnya revolusi industri  abad ke 20 telah memasuki era baru, dunia memasuki revolusi Industri III (ketiga) yang ditandai penggunaan teknik dan teknologi baru dengan ditemukannya  atom atau nuklir.

Saat ini, revolusi industri telah mencapai generasi keempat. “Istilah industri 4.0 mengacu pada tahap perkembangan lebih lanjut dalam organisasi dan pengelolaan keseluruhan proses rantai nilai yang terlibat dalam industri manufaktur dengan diketemukannya teknologi internet serta lahirnya kecerdasan buatan (Artificial intelegence). Revolusi industri keempat membawa berbagai dampak dari beberapa aspek, dan aspek utama yang paling berdampak adalah pada bidang industri dan manufaktur, namun dampak pada bidang lain yang terpengaruh diantaranya terjadi pada bidang kesehatan, pemerintahan, ekonomi, budaya, sosial kemasyarakatan dan pendidikan.

Di dunia pendidikan revolusi industri 4.0 menuntut perubahan model pembelajaran yang dihadapi, dengan semakin massifnya penggunaan teknologi computer dan digital yang banyak digunakan, penggunaan robot dan kecerdasan buatan (Artificial Intigence) telah mengurangi tenaga manusia dalam melakukan pekerjaan tergantikan berbagai teknologi digital yang berkembang saat ini.

Revolusi industri 4.0 memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap berbagai aspek. Pengaruh negatif maupun positif memberikan gambaran bahwa persiapan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang sudah mulai terjadi haruslah matang dan tepat, karena persiapan yang kurang akan membawa dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang – orang disekitar kita. Secara nyata revolusi industri keempat sudah terjadi, semua orang akan merasakan dampak yang ditimbulkan dari fenomena ini, baik yang telah mempersiapkannya maupun yang tidak memiliki kesiapan.

Guru di era yang disebut pula dengan disrupsi peran manusia, ditandai dengan banyak tergantikannya peran yang dimiliki manusia oleh mesin-mesin dan kecerdasan buatan, saat ini menuntut kesiapan seorang guru abad milenial era industri 4.0 untuk melahirkan generasi muda yang memiliki empat kemampuan dalam rangka menghadapi revolusi industri keempat. Menghadapi hal inipun sudah diakomodasi dalam kurikulum 2013 tersebut adaempat hal ini dirangkum dalam HOTS (Higher Order Thinking Skill) modal yang sangat dibutuhkan untuk bisa masuk abad 21   diantaranya adalah :

  1. Kemampuan berpikir kritis (Critical thinking): Melalui proses konseptualisasi, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi
  2. Kreatif dan inovatif :Kemampuan mengembangkan solusi, ide, konsep, teori, prosedur, produk. inovasi Adalah Bentuk Kreativitas
  3. Kemampuan berkomunikasi (Communication) : Kemampuan mengemukakan pikiran atau pandangan dan Hasil lain dalam bentuk lisan, tulisan, Menggunakan Teknologi Komunikasi (IT) dan Kemampuan Mendengar, Kemampuan Memahami Pesan
  4. Kemampuan bekerja sama (Collaboration): Kemampuan kerjasama dalam kelompok, baik tatap muka atau melalui komunikasi dunia maya untuk memecahkan masalah, menyelesaikan konflik, membuat keputusan dan negosiasi untuk mencapai tujuan tertentu.

    Dalam pergaulan global yang kini dihadapi juga dituntut dan menguasai serta bergaul dalam revolusi industri 4.0.Dalam kurikulum 2013 yang kita gunakan saat inipun merangkum Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu:

    1. Religius,
    2. Nasionalis,
    3. Mandiri,
    4. Gotong royong,

      Salah satu jawaban yang sudah dilakukan dalam era industri keempat ini adalah melalui pembelajaran dengan sistim E learning, hal ini dilakukan karena disadari bahwa hambatan yang dialami oleh para siswa dan mahasiswa yang terhalang karena jarak dan waktu melakukan tatap muka  dalam penyampaian materi pembelajaran, kini bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun tanpa perlu terhalang oleh jarak dan waktu. 

      Untuk mengetahui model pembelajaran E learning, ada beberapa proses belajar atau kuliah online/eLearning yang dapat kita bedakan antara lain:

      1. Pembelajaran Campuran (Hybrid Learning). Proses pembelajaran dibagi atas 75% secara online dan 25% secara tatap muka di kelas, yang terdiri dari pertemuan pertama, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).Pertemuan Pertama bertujuan untuk mempertemukan siswa dengan dosen dan siswa lainnya, sehingga komunikasi dan kerja sama selama masa kuliah dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
      2. Pembelajaran Terekam (Asynchronous Learning). Dalam konsep ini, kuliah yang diberikan oleh dosen direkam dalam multimedia dokumen seperti presentasi dan video, sehingga dapat diakses secara fleksibel sesuai jadwal masing-masing.
      3. Pembelajaran Langsung (Synchronous Learning). Dalam konsep ini, dosen melakukan pengajaran secara online dan real-time yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah secara langsung antara dosen dengan siswanya.
      4. Pembelajaran Kolaborasi (Collaborative Learning). Sejak awal masa kuliah, para siswa akan dibagi ke dalam berbagai kelompok dan diharuskan untuk berdiskusi secara teratur serta mengerjakan berbagai macam tugas bersama-sama. Siswa juga akan diberikan insentif untuk memberikan kontribusi positif dan membantu rekannya dalam belajar.
      5. Pembelajaran Mandiri (Self-paced Learning). Siswa, dilengkapi dengan LMS yang akan mendukung pembelajaran mereka, dituntut untuk menentukan kecepatan dan jadwal belajar sesuai dengan jadwal mereka masing-masing. Setiap siswa diharapkan memiliki disiplin belajar dan bertanggung jawab atas keberhasilannya menyelesaikan kuliah dengan hasil yang mencukupi.
      6. Pembelajaran Personal (Personalized Learning). Proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa dengan menggunakan teknologi informasi. Beberapa contohnya adalah waktu dan lokasi belajar yang fleksibel, materi kuliah yang dapat diputar berulang kali, kecepatan berbicara yang dapat disesuaikan, serta analisa hasil belajar dan rekomendasi topik yang harus dipelajari ulang.

      Dengan melakukan pembelajaran online ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh oleh mahasiswa, keuntungan pembelajaran online semacam ini antara lain: 

      1. Sekolah atau kuliah online/ eLearning memungkinkan mahasiswa untuk mengakses materi pembelajaran di mana saja dan kapan saja tanpa terikat jadwal tatap muka. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang berencana untuk melanjutkan pendidikannya sambil bekerja karena jadwal belajar mereka dapat disesuaikan dengan jadwal kerjanya.
      2. Pembelajaran Personal. Siswa/Mahasiswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mereka yang kurang paham dapat mengulangi berulang kali materi yang diberikan sampai mereka benar-benar mengerti. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan cara tatap muka karena terbentur dengan waktu belajar. Beberapa fitur lain dari pembelajaran personal adalah waktu belajar yang dapat disesuaikan, kecepatan berbicara guru/dosen yang dapat diatur (diperlambat atau dipercepat), jumlah pertanyaan latihan atau kuis dan materi-materi tambahan yang dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa/mahasiswa.
      3. Daya Serap yang Lebih Baik. Waktu belajar yang fleksibel memungkinkan siswa/mahasiswa untuk dapat belajar pada saat mereka benar-benar siap dan dalam kondisi yang fit, yang pada akhirnya akan menghasilkan daya serap dan prestasi belajar yang lebih baik.
      4. Akses ke Pengajar Berkualitas. Guru/dosen terbaik dan terkemuka, baik dari latar belakang akademis maupun industri, kini dapat mengajar secara online berdasarkan jadwal yang disesuaikan dengan kesibukan mereka. Hal ini juga bermanfaat bagi siswa/mahasiswa, terutama yang berdomisili di luar kota besar, untuk mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas dan diajar oleh tenaga pengajar berkualitas.
      5. Kualitas Pembelajaran yang Konsisten. Dalam kuliah tatap muka, suatu mata kuliah dapat diajarkan oleh dua atau lebih guru/dosen yang berbeda dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda pula. Hal ini dapat menyebabkan kualitas pembelajaran yang berbeda untuk mata kuliah yang sama. Pada kuliah online/ eLearning, proses belajar dan materi kuliah digital dibuat oleh dosen terbaik dan terpilih mengikuti standar kualitas yang diakui di seluruh dunia. Dengan demikian, setiap mahasiswa akan mendapatkan kualitas pembelajaran yang konsisten karena menggunakan materi kuliah yang diberikan berdasarkan proses pembelajaran yang sama.
      6. Hasil Belajar yang Terukur. Perkuliahan online/ eLearning didukung oleh berbagai macam teknologi informasi, salah satunya adalah Learning Management System (LMS) yang digunakan untuk berkomunikasi dengan teman sekelas dan dosen. Semua proses pembelajaran yang terjadi pada LMS tercatat dan data yang terkumpul akan dianalisa dan dilaporkan kepada dosen dan mahasiswa yang bersangkutan untuk menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang memuaskan. Sebagai contoh, LMS dapat merekomendasikan topik-topik yang harus dipelajari ulang oleh mahasiswa agar ia dapat benar-benar menguasai mata kuliah yang diajarkan.
      7. Hemat Waktu serta Biaya. Kuliah online/ eLearning tidak mengharuskan mahasiswa menghabiskan waktu di perjalanan dan macet untuk pergi ke kampus/kelas. Bahkan, mahasiswa yang tinggal di luar kota tidak perlu pindah serta mengeluarkan biaya tambahan untuk tempat tinggal dan biaya hidup lainnya.
      8. Mengurangi Carbon Footprint. Dengan dukungan teknologi, berbagai aktivitas perkuliahan dilakukan tanpa perlu membuang-buang kertas, misalnya pendaftaran online, perkuliahan online dan ujian menggunakan perangkat digital. Selain itu, dengan tidak adanya mobilitas ke kampus tentu saja akan mengurangi konsumsi bahan bakar yang pada akhirnya mengurangi polusi dan turut membantu menjaga kelestarian lingkungan hidup.

        Dalam pelaksanaannya, pembelajaran/perkuliahan metode online menerapkan berbagai macam teknologi dan metode pengajaran untuk memastikan pengalaman dan kualitas hasil pembelajaran yang menyamai atau bahkan melebihi tatap muka. Teknologi atau metode pengajaran baru tersebut adalah sebagai berikut:

        1. Komputasi di Awan (Cloud Computing). Fasilitas dan infrastruktur teknologi informasi yang dapat digunakan secara bersama-sama. Dengan begitu, biaya dapat ditanggung bersama untuk mengurangi biaya pendidikan.
        2. Analisa Hasil Belajar (Learning Analytics). Penggunaan teknologi informasi untuk memonitor proses dan hasil belajar setiap individu. Siswa dapat mengulang bagian yang belum mereka mengerti hingga paham sepenuhnya. Pendidik dapat mengetahui keefektifan proses dan materi pengajaran untuk meningkatkan kualitas hasil belajar.
        3. Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-based Learning). Metode pengajaran yang menerapkan beragam bentuk "permainan" untuk meningkatkan interaksi, retensi, dan motivasi peserta didik untuk terus belajar dengan giat. Salah satu bentuknya adalah kompetisi untuk mendapatkan poin dari tugas dan kuis serta memberikan penghargaan untuk siswa dengan poin terbanyak.
        4. Pembelajaran Personal (Personalized Learning Environments). Tidak semua peserta didik memiliki kemampuan daya tangkap yang sama. Dengan metode online, jadwal, proses dan kecepatan mengajar dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
        5. Konten Terbuka (Open Content). Materi belajar yang dapat digunakan bersama-sama dalam proses pembelajaran oleh beberapa pendidik. Diharapkan, dalam jangka panjang, kualitas materi belajar dapat disetarakan dan mengurangi biaya.
        6. Pembelajaran Mobile (Mobile Learning). Peserta didik dapat mengikuti cara belajar mereka di mana saja dan kapan saja, selama mereka memiliki koneksi Internet. Beberapa materi pembelajaran bahkan dapat diakses walaupun tidak ada koneksi internet.

          Sistim belajar Online Kini menjadi salah satu pilihan model belajar, baik dari kalangan pelajar maupun mahasiswa paling tidak ada beberapa keunggulan belajar online dengan belajar konvensional antara lain:

          1. Bisa di mana dan kapan aja berbeda dengan yang konvensional yang harus datang ke kelas dan terikat jadwal
          2. Cuma perlu gadget dan akses internet yang biasa perlu alat tulis, buku paket, dan lain-lain
          3. Bisa menyesuaikan gaya belajar tidak hanya bisa duduk dan menyimak paparan guru atau dosen
          4. Pelajaran atau mata kuliah bisa diulang sampai paham penyampaian hanya terbatas ruang dan waktu
          5. Biaya yang dikeluarkan lebih hemat dibanding biaya yang dikeluarkan dengan cara kovensional.

            Menjadi guru revolusioner di era industri 4.0 ini adalah keniscayaan yang tidak dapat ditolak, peran seorang guru dalam menghantarkan generasi yang kuat dan berkarakter tidak akan tergantikan oleh apapun yang sipatnya material. Pendekatan terbaik yang dilakukan oleh seorang guru adalah pendekatan hati. Pendekatan hati tidak akan terhalang oleh waktu, tempat, materi atau apapun yang sifatnya fana, sentuhan hati akan mudah mengendap dalam jiwa manusia tidak ada yang bisa menggantikannya.

            Diva Pendidikan

            Mengucapkan

            SELAMAT ULANG TAHUN GURU INDONESIA KE 73

              hari guru nasional rpp diva pendidikan

            Dapatkan Diskon 50%

            Kode Kupon : ULTAH73