BIG PROMO - SPESIAL DISKON 50%. WAKTU TERBATAS. KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN KUPONNYA >>



Kiat Menangkal Hoax Dalam Pembelajaran

Posted by Super Marketer on

Kiat menangkal hoax dalam pembelajaran bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Di Era informasi yang begitu cepat dengan berbagai sumber yang mudah didapat, keberadaan berita hoax  bisa menghampiri siapa saja, tak terkecuali di dunia pendidikan, baik berita yang berkaitan langsung dengan pendidikan itu sendiri maupun yang tidak ada kaitan sama sekali dengan pendidikan, karena komunikasi yang dilakukan bisa dari berbagai saluran terutama dengan merebaknya media social seperti, facebook, twitter, instagram, wattsappp dan yang lainnya.

Tak dapat dipungkiri pada siapapun ada potensi terpapar serangan berita hoax, hal ini bisa menyasar siapapun yang tidak memiliki filter untuk menyaring berita yang datang silih berganti, seseorang yang dikatakan terpelajar sekalipun bisa saja terpapar berita hoax jika saringan setiap berita yang masuk tidak bisa diolah dan dinalar dengan baik.

Kita berada di era yang disebut dengan Post-Truth, ketika fakta dan fiksi bisa bercampur aduk. Terkadang kita kesulitan membedakan mana informasi yang benar dengan yang tidak benar karena penyebaran informasi merebak melalui algoritma media sosial yang sulit untuk diprediksi.

Pola komunikasi yang kita jalani saat ini sungguh berbeda dengan masa lalu, terjadi banyak distorsi pergaulan sosial dan komunikasi yang kini timbul. Perkembangan era komunikasi telah menyebabkan setiap orang dapat memproduksi berita dan menyebarkannya.

Untuk menjaga imunitas  terhadap wabah hoax yang kini mengejala, tak ada salahnya apabila kita lakukan beberapa kiat yan diberikaN oleh seorang Guru besar di Harvard Univercity memberikan beberapa kiat agar dalam menerima informasi kita tidak terpapar hoax atau berita bohong:

  • Pertama. Kenali setiap konten yang dihadapi.
  • Kedua, Kita harus melengkapi kelengkapan media.
  • Ketiga, Menilai otoritas dan kualifikasi sumber berita.
  • Keempat, kita harus menilai fakta dengan membedakan antara mengamati dan memahami, Kesimpulan dan buki.
  • Kelima, kita melakukan evaluasi pada setiap berita yang datang, menumbuhkan sikap keritis agar setiap informasi kita telaah terlebih dahulu dengan cermat.

Bagi seorang pendidik, kiat terpenting agar dalam pembelajaran tidak disusupi dengan informasi hoax adalah : Bekali setiap pertemuan tatap muka dengan peserta didik selalu berpedoman pada perangkat administrasi guru berupa RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Silabus dan juga buku pelajaran yang ada.

Seorang guru yang bijak dia tidak akan mencampur adukan kegiatan pembelajaran dengan informasi yang belum jelas sumber berita dan kebenarannya. Dia akan berpegang teguh dengan rencana kegiatan pembelajaran yang telah disusun teruji secara akademis, standard dan aturan yang ada.

Guru bijak meninggalkan hoax. Ingin menggunakan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 Revisi terbaru?  Dapatkan disini.