BIG PROMO - SPESIAL DISKON 50%. WAKTU TERBATAS. KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN KUPONNYA >>



4 Ilmuan Kimia Terkemuka

Posted by Super Marketer on

4 Ilmuan kimia terkemuka dalam mengembangan ilmu imia telah memberikan perubahan besar ilmu eksak yang satu ini. Atas jasa mereka dalam perkembangan ilmu kimia telah memberikan pengaruh besar bagi kehidupan manusia modern hingga saat ini.

Patut kita apresiasi atas peran mereka berikan dalam mengembangkan ilmu kimia, telah memberikan perubahan besar dalam perubahan ilmu pengetahuannya sendiri. Dari yang asalnya tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari tidak mengerti mengerti menjadi semakin mengerti. Tetapi yang lebih substansi adalah peran mereka dalam mengubah kehidupan manusia dalam mengembangkan teknologi mutakhir yang kita nikmati saat ini.

Sedikit kita ulas kembali bahwa asal kata ilmu kimia diambil dari 2 bahasa yaitu: Bahasa Arab (kimiya) dan Bahasa Yunani (kheimeia) yang berarti perubahan zat atau unsur. Jadi, Secara garis besar, pelajaran kimia mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat dan unsur di dunia. Selain itu, pelajaran ini juga membedah mengenai pembelajaran struktur dan susunan atom.

Kimia adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi.Ilmu kimia meliputi topik-topik seperti sifat-sifat atom, cara atom membentuk ikatan kimia untuk menghasilkan senyawa kimia, interaksi zat-zat melalui gaya antarmolekul yang menghasilkan sifat-sifat umum dari materi, dan interaksi antar zat melalui reaksi kimia untuk membentuk zat-zat yang berbeda.

Ilmu kimia kadang-kadang disebut sebagai ilmu pengetahuan sentral karena menjembatani ilmu-ilmu pengetahuan alam lainnya, termasuk fisika, geologi, dan biologi. Para ahli berbeda pendapat mengenai etimologi dari kata kimia. Sejarah kimia dapat ditelusuri kembali sampai pada alkimia, yang sudah dipraktikkan selama beberapa milenia di berbagai belahan dunia.

Ilmu kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah.

Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tetapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.

Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen sub atom yang membentuk atom; "Proton, elektron, dan neutron". Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti "ion, molekul, atau kristal". Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.

Sedangkan pengetahuan tetang unsur zat  diklasifikasikan berdasarkan "energi, fase, atau komposisi kimianya". Secara umum materi dapat digolongkan dalam 4 bentuk, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah "padat, cair, gas, dan plasma". Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar.

Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu ruang yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memiliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tetapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.

4 ilmuan terkemuka bidang ilmu kimia untuk membedakannya bisa dimulai dari peradaban kuno, seiring dengan ditemukannya emas pertama kali. Karena begitu mahalnya nilai emas, manusia zaman dahulu menemukan metode untuk mengubah zat lain menjadi emas. Mereka akhirnya menemukan satu metode yang bernama alkimia. Berawal dari sini, beberapa ilmuwan ternama seperti Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Robert Boyle, Antoine Lavoisier, dan Dmitri Mendeleyev.

Abu Musa Jabir Bin Hayyan mengembangkan ilmu kimia yang berdasarkan perhitungan ilmiah dan sistematis. Robert Boyle menjadi orang pertama yang mengembangkan metode ilmiah terhadap alkimia.Boyle juga membedakan antara kimia dan alkimia. Antoine Lavoisier terkenal terhadap hukum kekekalan masa yang dicetuskannya pada tahun 1783. Dmitri Mendeleyev menjadi seseorang yang memberikan dampak signifikan dengan tabel periodik unsurnya.

Untuk membedakan unsur-unsur yang terdapat dalam ilmu kimia dapa dibedakan kedalam beberapa bidang pengetahuan ilmu kimia diantaranya:

 1. Materi. Materi memiliki pengertian sebagai sebuah objek yang membutuhkan ruang dan memiliki massa. Selain itu, materi juga bisa didefinisikan sebagai suatu objek yang memiliki massa dan mengisi suatu volume. Ada 2 jenis materi yang kita kenal, yaitu "zat tunggal dan campuran". Zat tunggal adalah sebuah zat yang memililiki satu identitias (murni), sedangkan campuran adalah materi atau zat yang tersusun atas beberapa zat tunggal. Contoh dari zat tunggal adalah gas oksigen ataupun gula murni, sedangkan contoh campuran adalah teh manis yang kamu minum, campuran dari gula, teh, dan air.

2. Struktur Atom : Selanjutnya, ilmu kimia yang dipelajari adalah mengenai struktur atom. Ilmu kimia yang satu ini mungkin bisa ketahui di pelajaran lain semisal fisika, namun belajar struktur atom penting untuk proses belajar kimia dasar selanjutnya. Secara garis besar, struktur atom bisa didefinisikan sebagai susunan dari suatu atom yang terdiri atas partikel fundamental: "elektron, proton, dan neutron".

Di dalam materi struktur atom, ada 2 jenis materi yang dipelajari, yaitu struktur atom dan radioaktif. Struktur atom mempelajari mengenai susunan suatu atom yang terdiri dari elektron, proton, dan neutron, sedangkan radioaktif adalah sebuah materi mengenai suatu zat yang cenderung tidak stabil dan mudah meluruh.

 3. Sistem Periodik Unsur: Sistem periodik unsur adalah suatu daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan tertentu. Sistem ini pertama kali ditemukan oleh Dmitri Mendeleyevm, dalam sistem periodik unsur ini, kita akan memahami bahwa banyak unsur-unsur di dunia yang disusun berdasarkan golongan-golongannya: golongan I, II, III, dan IV. Penyusunan golongan ini didasarkan pada sifat-sifat unusr yang satu dengan unsur lainnya dalam satu golongan.

 4. Ikatan Kimia : Materi ini adalah sebuah materi yang menjelaskan sebuah proses yang terjadi akibat adanya gaya tarik-menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan keduanya menjadi atom yang stabil.

 5. Stoikiometri : Secara garis besar, stoikiometri membahas mengenai hubungan kuantatif yang ada antara rekatan (pereaksi) dan produk dalam reaksi kimia. Perhitungan ini  harus pelajari karena pada dasarnya, perhitungan ini dasar untuk segala perhitungan yang dilakukan dalam penelitian.

 6. Termokimia: Termokimia bisa didefinisikan sebagai cabang ilmu termodinamika yang mempelajari mengenai kalor yang terdapat dalam perubahan kimia dan fisika. Di dalam materi ini,  akan mempelajari mengenai perhitungan yang berkaitan dengan kalor yang terlibat pada reaksi-reaksi kimia dengan mendasarkan pada hukum kekekalan energi. Materi ini harus dipelajari karena pada bidang industri dan pada penelitian, materi ini dipakai untuk mempelajari sifat suatu reaksi.

 7. Kinetika Reaksi: Secara konsep, kinetika reaksi adalah sebuah materi yang membahas mengenai laju dan mekanisme dari sebuah reaksi kimia. Di materi ini, analisis reaksi kembali diperdalam. Di dalam materi kinetika reaksi ini, akan mempelajari mengenai laju reaksi, yaitu laju penurunan reaktan (pereaksi) atau laju bertambahnya produk (hasil reaksi). Untuk menganalisi laju penurunan dan pertambahan ini,

8. Larutan: Larutan bisa dikatakan sebagai campuran homogen dari dua atau lebih zat.  Untuk bisa memahami mengenai larutan ini dapat dilakukan pengamatan ketika menyeduh kopi atau teh. Percampuran antara kopi, gula, teh, dan air menghasilkan sebuah larutan untuk tubuh.

 9. Larutan Elektrolit, Non-Elektrolik, Redoks, & Elektrokimia: Ketika materi larutan dasar sudah dipahami seluruhnya, mari lanjut ke 3 materi sekaligus, yaitu materi larutan elektrolit, non-elektrolit,  redoks, & elektrokimia. Ketiga materi ini merupakan pelebaran dari materi larutan yang sebelumnya dipelajari. 

Secara garis besar, konsep dari larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sebaliknya larutan non-eletrolit adalah larutan yang tidak bisa menghantarkan listrik. Selain itu, reaksi redoks adalah reaksi dimana terjadi oksidasi (kenaikan bilangan oksidasi) dan reduksi (penurunan bilangan oksidasi) secara bersamaan. Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai hubungan listrik dan reaksi.

 10. Kimia Unsur: Kimia unsur adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari mengenai sifat-sifat dan kelimpahan unsur-unsur. Selain itu, pelajaran ini membahan mengenai tinjauan untuk sifat-sifat unsur, kelimpahannya di bumi serta pembuatan dan manfaatnya.

 11. Kimia Organik:  Materi tentang kimia organik ini secara konsep bisa dikategorikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik, terutama oleh karbon dan hidrogen. Di dalam pelajaran ini,akan mempelajari mengenai senyawa hidrokarbon dan minyak bumi, senyawa karbon, dan makromolekul. Secara konsepnya, senyawa hidrokarbon disebut sebagai senyawa yang tersusun dari karbon dan hidrogen. Senyawa karbon adalah senyawa yang tersusun dari karbon dan unsur lain. Lalu, makromolekul yaitu suatu molekul besar yang terdiri dari monomer tunggal.

Pada perkembangannya, ilmu kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia. Lima Cabang Utama tersebut adalah:

A. Kimia analitik adalah studi yang melibatkan bagaimana kita menganalisis komponen kimia dalam sampel. Berapa banyak sebenarnya kafeina dalam secangkir kopi? Adakah obat-obatan yang ditemukan dalam sampel urin atlet? Bagaimana tingkat pH kolam renang saya? Contoh bidang yang menggunakan kimia analitik meliputi ilmu forensik, ilmu lingkungan, dan pengujian obat. Kimia analitik dibagi menjadi dua sub cabang: analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan metode / pemastian untuk membantu menentukan komponen zat (menjawab pertanyaan: apa?). Analisis kuantitatif di sisi lain, membantu untuk mengidentifikasi berapa banyak setiap komponen hadir dalam suatu zat (menjawab pertanyaan: berapa?).

B. Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi molekular, fisiologi, dan genetika. Di bawah payung utama biokimia banyak sub-cabang baru telah muncul dan banyak ahli kimia modern yang mungkin mengkhususkan diri di dalamnya. Beberapa disiplin ilmu ini meliputi:

    • Enzimologi (studi tentang enzim)
    • Endokrinologi (studi tentang hormon)
    • Biokimia klinik (studi tentang penyakit)
    • Biokimia molekuler (studi biomolekul dan fungsinya)

C. Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang kimia organologam. Kimiawan di bidang ini fokus pada unsur-unsur dan senyawa lain selain karbon atau hidrokarbon. Sederhananya, kimia anorganik meliputi semua bahan yang tidak organik dan disebut sebagai zat tak-hidup - senyawa yang tidak mengandung ikatan karbon-hidrogen (CH). Senyawa yang dipelajari oleh ahli kimia anorganik meliputi struktur kristal, mineral, logam, katalis, dan sebagian besar unsur pada tabel periodik. Contohnya adalah kekuatan balok daya yang digunakan untuk membawa berat tertentu atau menyelidiki bagaimana emas terbentuk di bumi. Cabang kimia anorganik meliputi:

    • Kimia bioanorganik (studi peran logam dalam biologi)
    • Kimia koordinasi (studi senyawa koordinasi dan interaksi ligan)
    • Geokimia (studi komposisi kimia bumi, batuan, mineral & atmosfer)
    • Teknologi anorganik (sintesis senyawa anorganik baru)
    • Kimia nuklir (studi bahan radioaktif)
    • Kimia organologam (studi bahan kimia yang mengandung ikatan antara logam dan karbon – tumpangsuh dengan kimia organik)
    • Kimia padatan / kimia material (studi pembentukan, struktur, dan karakteristik material fasa padat)
    • Kimia anorganik sintesis (studi sintesis bahan kimia)
    • Kimia anorganik industrial (studi material yang digunakan dalam industri. Contoh: pupuk)
D. Kimia organik adalah ilmu yang mempelajari senyawa karbon seperti bahan bakar, plastik, aditif makanan, dan obat-obatan. Berlawanan kimia anorganik yang berfokus pada masalah tak-hidup dan zat berbasis non-karbon, kimia organik berurusan dengan studi karbon dan bahan kimia dalam organisme hidup. Contohnya adalah proses fotosintesis di daun karena ada perubahan dalam komposisi kimia dari tanaman hidup. Cabang-cabang dari kimia organik melibatkan banyak disiplin ilmu yang berbeda termasuk studi keton, aldehid, hidrokarbon (alkena, alkana, alkuna) dan alkohol.
    • Stereokimia (studi struktur molekul 3-dimensi)
    • Kimia medisinal (berurusan dengan perancangan, pengembangan dan sintesis obat-obatan farmasi)
    • Kimia organologam (studi bahan kimia yang mengandung ikatan antara karbon dan logam)
    • Kimia organik fisik (studi struktur dan reaktivitas dalam molekul organik)
    • Kimia polimer (studi komposisi dan pembentukan molekul polimer)

E. Kimia fisik adalah studi tentang sifat fisik molekul, dan hubungannya dengan cara menyatukan molekul dan atom. Kimia fisik berurusan dengan prinsip-prinsip dan metodologi baik kimia dan fisika serta merupakan studi tentang bagaimana struktur kimia berpengaruh terhadap sifat fisik suatu zat. Contohnya adalah pembuatan brownies, karena ada pencampuran bahan serta menggunakan panas dan energi untuk mendapatkan produk akhir. Sub-cabang kimia fisik meliputi:

    • Elektrokimia (studi interaksi atom, molekul, ion dan arus listrik)
    • Fotokimia (studi efek kimia cahaya; reaksi fotokimia)
    • Kimia permukaan (studi reaksi kimia pada permukaan)
    • Kinetika kimia (studi laju reaksi kimia)
    • Termodinamika/termokimia (studi hubungan panas dengan perubahan kimia)
    • Mekanika kuantum/kimia kuantum (studi mekanika kuantum dan hubungannya dengan fenomena kimia)
    • Spektroskopi (studi spektrum cahaya atau radiasi)

Pada perkembangannya ada kesan yang timbul akibat adanya tumpang-tindih pembahasan satu dengan yang lain yang belum sepenuhnya disepakati oleh para ahli, paling tidak ada empat bagian ilmu kimia untuk kita bedakan antara lain:

1. Kimia material menyangkut bagaimana menyiapkan, mengkarakterisasi, dan memahami cara kerja suatu bahan dengan kegunaan praktis.
2. Kimia teori adalah studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam matematika atau fisika). Secara spesifik, penerapan mekanika kuantum dalam kimia disebut kimia kuantum. Sejak akhir Perang Dunia II, perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik kimia komputasi, yang merupakan seni pengembangan dan penerapan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan fisika benda kondensi dan fisika molekular.
3. Kimia nuklir yang mengkaji bagaimana partikel subatom bergabung dan membentuk inti. Transmutasi modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir dan tabel nuklida merupakan hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.
4. Kimia Organik Bahan Alam mempelajari senyawa organik yang disintesis secara alami oleh alam, khususnya makhluk hidup.

Istilah lain untuk diketahui dan dipelajari lebih jauh dan detail,sebagai kekayaan khazanah dan pembendaharaan yang ada dalam ilmu kimia. Alangkah baiknya dalam mempelajari ilmu kimia, mengenal pula istilah-istilah yang ada dalam ilmu kimia seperti diantaranya: Astrokimia - biologi molecular – elektrokimia – farmakologi – fitokimia – fotokimia - genetika molecular – geokimia - ilmu bahan - kimia aliran - kimia atmosfer - kimia benda padat - kimia hijau - kimia inti - kimia medicinal - kimia komputasi - kimia lingkungan - kimia organologam - kimia permukaan - kimia polimer - kimia supramolekular – nanoteknologi – petrokimia - sejarah kimia -  sonokimia - teknik kimia - serta termokimia.

Setelah dapat memilah dalam membedakan pelajaran ilmu kimia yang telah dikembangkan oleh 4 imuan terkemuka ilmu kimia, selanjutnya untuk pemahaman yang mendalam, diperlukan upaya dan metode yang sistematis untuk menguasai ilmu kimia. Di sekolah tingkat atas (SMA/MA/SMK dan MAK) memerlukan panduan yang sudah dirangkum dengan baik melalui sebuah perangkat pembelajaran yang disusun berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Ilmu kimia.